Explore Zona Dewasa

Cerita Ngentot Perselingkuhan 19 Jam Memek dan Anal 5

Piool.comMereka beranjak dari tempat tidur. Ketika sang tamu meraih celananya hendak dikenakan, istriktu menahan, ‘Yoo, kita bertelanjang aja semalaman ini, bebas dan hewani, seperti Adam dan Hawa, bagaimana?’, usul istriku sambil ketawa kecil geli. Boleh juga nih, pikir sang lelaki, kemudian ditaruhnya kembali celananya dan mereka bertelanjang bulat menuju ruang makan.

Lelaki ini ketawa ngakak melihat istriku telanjang membawa makanan dari lemari es ke meja makan. Dia baru melihat dan mengalami pengalaman lucu macam ini. Demikian pula saat sang tamu berdiri untuk mengambil minumannya, istriku mentertawakan kontol gedenya yang bergelantungan macam bandulan itu.

Mereka makan sebagai orang bercinta. Istriku memulai menyuapkan sesendok nasi kemulut tamunya yang langsung mengunyahnya kemudian berciuman dan membagi kunyahan itu ke mulut istriku. Kembali tertawa cekikikan. Saat hendak minum istriku mengambil air gula, ‘malas ah mengamil sendok, pinjam ini yan buat ngaduk ..’, sambil menunjuk kontol gede panjang lelaki itu. ‘Ambill ..’, dan jadilah, kontol gede itu mencelup ke muk air teh dan gula menggantikan sendok sebagai adukan. Kemudian dia teguk air gula itu hingga tandas, ‘..hhuu.. nikmaatt..’.

eehh, kontol lelaki itu ngaceng .., maklum pada permainan di kamar tidur tadi hanya istriku yang merasakan kepuasan dengan dua kali orgasme, sementara tamunya ini sama sekali belum keluar spermanya. Pelampiasan birahinya tertunda. Dan ketika dapat senggolan tangan istriku kontolnya langsung saja ngaceng. Uhh, memang luar biasa gede dan panjangnya. Istriku beranjak ke meja tulisku mengambil mistar plastik yang selalu di meja itu, kembali dan membuat ukuran penis lelaki ini. Panjangnya 22 cm, dengan garis tengah batangnya 4 cm atau seperti pipa besi se-ukuran 1.5 inchi. ‘Berapa mbakk, ..’, tanya lelaki asing itu. Istriku menunjukkan panjangnya di mistar, dan menyebutkan garis tengah batangnya.

Pada kesempatan ini istriku lebih leluasa memperhatikan tubuh tamu asingnya. Dari tempat duduknya dia perhatikan dada tamu itu hitam dengan sedikit mengkilat karena dipadati oleh daging, nampak sangat sehat. Sebagai lelaki pentilnya nampak cukup besar. Ahh.. aku belum sempat mengisap puting itu. Pasti sedap mendengar rintihan tamunya saat dia melumati puting itu, dia mengkhayal lagi. Kemudian dia perhatikan pula bahunya yang bidang, bagian mana yang menampakkan kejantanan dan kegagahan pria ini. Dan turun ke lengannya, nampak sepintas bulu ketiaknya. ‘Mass, ..tolong ambilin itu dong, cangkir merah di rak atas’, dia dapat akal untuk lebih banyak melihat ketiaknya. Dan, bukan main, bulu-bulu ketiaknya sangat rimbun. Baru sekarang dia sepenuhnya menyadari, pada saat-saat tidak sibuk menggumuli atau di gumulinya.

Ahh, sebentar dia akan menenggelamkan diri pada wilayah-wilayah berbulu itu. Walaupun telah empat kali mengalami orgasme, dan membuat tenaganya terperas tetapi pemandangan bulu-bulu tadi cepat menyegarkan kembali semangatnya. Sementara sang lelaki asing nggak perlu dikhawatirkan. Kontolnya jelas-jelas masih kehausan untuk permainan macam apapun.

Dia teruskan makan malamnya. Dia ambil susu dari lemari es, dia tegak sepenuh gelas. Dia ambil sebatang coklat, berbagi dengan sang tamu dalam adu bibir. Mereka juga bertukar minum dalam satu mulut.

Selingan makan ini tidak memutus kesinambungan birahi mereka. Mereka memiliki banyak kreasi untuk merawat semangat dan nafsu libidonya. Terutama karena istriku memang perempuan yang pandai. Dia selalu punya jalan keluar.

Sebagai penutup hidangan, sekali lagi istriku menawarkan kopi. Mereka kembali ke sofa depan sambil memawa kopi masing-masing. Duduk saling menempel. Tangan saling menggerayang. Kemudian disusul pagutan, saling bertukar lidah dan ludah. Mereka melakukan pemanasan lagi.

*****

Pukul 17.35, Selasa

Alangkah nikmatnya berciuman. Saling mengulum menikmati ludah yang hangat. Sesekali terdengar ‘clup’ ketika bibir-bibir itu lepas sesaat. Irama wajah-wajah saat bibir mencari posisi untuk menyedoti nikmatnya. Mencari-cari tepian bibir dan saling menggigit. Uuhh .., libido langsung terdongkrak. Tangan istriku langsung merabai perut lelaki asing itu, turun meremasi jembutnya yang tebal. Digosok-gosokkan telapak tangannya untuk merasakan kekakuan yang nikmat dari setiap helai rambut kemaluan tamunya.

Kemudian merabai selangkangan. Digosokkan pada celahnya, naik, turun, melakukan dengan lembut. Diserempetkannya punggung tangannya ke batang kontol yang sedari tadi sudah dengan tegaknya mengacung, menunjukkan kepalanya yang seperti jamur, mengkilat dengan sobekkan menganga pada lubang kencingnya. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Ngentot Perselingkuhan 19 Jam Memek dan Anal 5"

Posting Komentar